waisak se Jakarta Raya

Merayakan Waisak dengan Praktik Buddhis Asli Nusantara di Tengah Hingar-Bingar Jakarta

10 Juni 2023

Umat Buddha se-Jabodetabek melantunkan doa-doa warisan Sriwijaya dalam bahasa Kawi dan Sanskerta dengan iringan musik gamelan selonding dalam Puja Waisak di Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat. Acara yang diinisiasi oleh komunitas Buddhis Kadam Choeling Indonesia (KCI) ini berlangsung pada 3–4 Juni 2023. Selain puja, dilakukan juga praktik penghaturan Gaṇacakra serta pembagian 1.600 paket sembako kepada warga setempat yang membutuhkan. Acara ini dihadiri oleh 18 biksu dari Sangha Vajrayana Indonesia Sangha Agung Indonesia (SVI-SAGIN) dan 318 umat Buddha se-Jabodetabek.

Peserta Waisak KCI 2023 se-Jabodetabek


“Waisak penuh makna tidak hanya bisa dirayakan di Borobudur. Di Jakarta juga harus ada perayaan Waisak yang istimewa,” tutur Phoenix, ketua panitia, “Kami ingin menghadirkan kedamaian dan nuansa sakral praktik Buddhis khas Nusantara di tengah hingar-bingar Jakarta, sekaligus melestarikan tradisi.”

Salah satu puja yang digelar dalam acara Waisak KCI ini adalah Enam Praktik Pendahuluan, praktik warisan Guru Suwarnadwipa Dharmakirti dari Kerajaan Sriwijaya. Di dalamnya terkandung Doa Tujuh Bagian yang bisa ditemukan pada relief Bhadracari di Candi Borobudur. Kemudian, ada pula puja kepada Dewi Tara, Buddha perempuan yang jejaknya bisa ditemukan di Candi Kalasan, Jawa Tengah, dan sering diidentikkan dengan Dewi Sri. Keduanya dilantunkan dalam bahasa Kawi dan Sanskerta.


“Bahasa Kawi adalah lingua franca di Nusantara zaman dahulu,” terang Biksu Guna Sagara, pemimpin Puja Waisak KCI 2023, “Ini pertama kalinya ritual Buddhis dilakukan kembali dengan bahasa Kawi di zaman modern. Kita berupaya menghidupkan kembali warisan budaya Nusantara.”


Selain kedua upacara di atas, ada pula praktik penghaturan Gaṇacakra dalam tradisi Buddhis Vajrayana. Sejarah mencatat Raja Kertanegara dari Singosari sebagai salah satu tokoh sejarah Nusantara yang melakukan upacara ini untuk mendoakan kesejahteraan rakyat dan bangsa. Upacara ini sepaket dengan pembagian sembako dalam rangkaian kegiatan amal “Kenduri Persembahan untuk Indonesia” yang diinisiasi oleh Yayasan Wilwatikta Sriphala Nusantara (YWSN). Dalam perayaan Waisak kali ini, para umat bergotong-royong membagikan sebanyak 1.600 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Jakarta Barat.

 

 

 

Pembagian 1.600 paket sembako dalam program “Kenduri Persembahan untuk Indonesia”
 

“Program ini terinspirasi dari budaya selamatan dan makan bersama yang disebut ‘kenduri’ di masyarakat Jawa. Harapannya, di hari Waisak ini dan kegiatan seterusnya, kita bisa melatih kemurahan hati dan semangat gotong royong, meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendoakan kesejahteraan seluruh negeri lewat Kenduri Persembahan untuk Indonesia,” tutur Rika selaku ketua YWSN ketika memberikan sambutan. 


“Dengan diterjemahkan ke dalam bahasa Kawi, berarti orang-orang akan bisa memahami praktik tersebut. Akan bermanfaat bagi negara Indonesia dan orang-orang Indonesia. Manfaat ini kalau digabungkan dengan kualitas-kualitas lainnya maka menghasilkan kebaikan seperti terbebas dari wabah penyakit, konflik, dan peperangan. Bangsa dan negara juga akan sangat berkembang dan mengalami kemajuan,” tutur Guru Dagpo Rinpoche, Guru pembimbing KCI dalam sesi wejangan Dharma Waisak KCI 2023 se-Jabodetabek tersebut. 

Adapun serangkaian ritual Buddhis asli Nusantara pada acara Waisak KCI 2023 se-Jabodetabek adalah sebagai berikut. 

  1. Puja Waisak dalam bahasa Kawi & Sanskerta

    Puja Waisak yang akan dilantunkan adalah Enam Praktik Pendahuluan warisan Guru Suwarnadwipa Dharmakirti dari Kerajaan Sriwijaya. Praktik ini tertera di relief Bhadracari di Candi Borobudur.

    Berbeda dengan Puja Waisak biasanya, Puja Waisak KCI 2023 se-Jabodetabek ini akan dilantunkan dalam bahasa asli Nusantara, yaitu bahasa Kawi dan Sanskerta. Puja Waisak dalam bahasa Kawi  dan Sanskerta ini merupakan peristiwa pertama kalinya sejak keruntuhan kerajaan Buddha. 



    Persembahan iringan musik gamelan selonding
  2. Biksu SVI dan para umat sedang melantunkan Puja Waisak dalam bahasa Kawi
     

    Puja Waisak KCI 2023 se-Jabodetabek diiringi dengan permainan gamelan selonding oleh anggota Sangha dan umat. 

    Gamelan Selonding ini diyakini pernah dimainkan oleh para biksu pada zaman kerajaan Hindu-Buddha di Pulau Jawa. Bersamaan dengan runtuhnya Kerjaan Buddha, Gamelan Selonding ini menghilang dari Pulau Jawa dan diperkirakan masuk ke Bali sejak abad ke-8 Masehi.


    Anggota Sangha dan umat awam sedang memainkan gamelan selonding

  3. Pembagian 4000 paket sembako dengan tradisi Kenduri

Kenduri (Jawa: Kenduren) adalah tradisi berkumpul untuk doa bersama memohon keselamatan bangsa yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian makanan yang sudah disediakan tuan rumah. Tradisi ini sudah ada sejak lama di Nusantara dan sering dipraktikkan oleh raja-raja Buddhis untuk mendoakan keselamatan rakyatnya. 

Dalam acara Waisak KCI 2023 se-Jabodetabek, KCI akan berdoa bersama dan kemudian membagikan sembako ke masyarakat Jabodetabek yang membutuhkan.

 

“Saya baru lihat banyak alat musik dalam acara keagamaan Buddhis, biasanya kan hanya satu alat musik. Lebih seru lagi karena saya baru pertama kali baca doa Buddhis pakai bahasa Jawa kuno (Kawi). Pengalaman baru, apalagi ada gamelan selonding. Seru sih overall,” tutur Richard (25) mengisahkan pengalamannya mengikuti Waisak KCI 2023 se-Jabodetabek. 
 

Berita Terbaru
Umat Buddha Berlindung pada Jimat? Apakah Sesuai Dharma?
Hidupkan Warisan Sejarah, Gamelan Selonding Iringi Waisak Se-Jabodetabek

Komunitas Buddhis Kadam Choeling Indonesia (KCI) memainkan gamelan selonding, alat musik pengiring upacara keagamaan dari peradaban Hindu-Buddha Nusantara, dalam acara Waisak se-Jabodetabek tanggal 3–4 Juni 2023 di Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat.

waisak se Jakarta Raya
Merayakan Waisak dengan Praktik Buddhis Asli Nusantara di Tengah Hingar-Bingar Jakarta

Pada 3–4 Juni 2023, Kadam Choeling Indonesia (KCI) akan menggelar acara Waisak bagi umat Buddha se-Jabodetabek di Gedung Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat.

Berita Terpopuler
Umat Buddha Berlindung pada Jimat? Apakah Sesuai Dharma?
Hidupkan Warisan Sejarah, Gamelan Selonding Iringi Waisak Se-Jabodetabek

Komunitas Buddhis Kadam Choeling Indonesia (KCI) memainkan gamelan selonding, alat musik pengiring upacara keagamaan dari peradaban Hindu-Buddha Nusantara, dalam acara Waisak se-Jabodetabek tanggal 3–4 Juni 2023 di Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat.

waisak se Jakarta Raya
Merayakan Waisak dengan Praktik Buddhis Asli Nusantara di Tengah Hingar-Bingar Jakarta

Pada 3–4 Juni 2023, Kadam Choeling Indonesia (KCI) akan menggelar acara Waisak bagi umat Buddha se-Jabodetabek di Gedung Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat.